Lewati ke konten
  1. Beranda
  2. Panduan
  3. Contoh soal TIU deret angka CPNS dan pembahasannya (7 pola yang sering keluar)

Contoh soal TIU deret angka CPNS dan pembahasannya (7 pola yang sering keluar)

Deret angka hampir selalu muncul di TIU, dan hampir semuanya memakai salah satu dari tujuh pola di bawah ini. Soal-soal berikut disusun tim Jalur ASN sebagai latihan, bukan soal ujian resmi. Kerjakan dulu, baru baca pembahasannya.

Cara memeriksa pola dalam 20 detik

  1. Hitung selisih antar-suku. Kalau tetap, selesai.
  2. Kalau selisihnya berubah, hitung selisih dari selisih.
  3. Kalau angkanya membesar cepat, cek rasio (bagi suku dengan suku sebelumnya).
  4. Kalau angkanya naik-turun, pisahkan suku ganjil dan genap.
  5. Kalau belum ketemu, cek jumlah dua suku sebelumnya dan bilangan kuadrat.

Soal 1: beda tetap

7, 12, 17, 22, 27, … Suku berikutnya adalah …

A. 30 B. 31 C. 32 D. 33 E. 34

Pembahasan. Selisih tiap suku tetap, yaitu 5 (7→12, 12→17, 17→22, 22→27). Suku berikutnya 27 + 5 = 32. Jawaban C.

Soal 2: beda bertingkat

3, 4, 7, 12, 19, … Suku berikutnya adalah …

A. 24 B. 26 C. 27 D. 28 E. 30

Pembahasan. Selisihnya 1, 3, 5, 7: naik 2 tiap langkah. Selisih berikutnya 9, jadi suku berikutnya 19 + 9 = 28. Jawaban D.

Soal 3: rasio tetap

2, 6, 18, 54, … Suku berikutnya adalah …

A. 108 B. 126 C. 144 D. 162 E. 216

Pembahasan. Tiap suku dikalikan 3 (2×3 = 6, 6×3 = 18, 18×3 = 54). Suku berikutnya 54 × 3 = 162. Jawaban D. Ciri pola rasio: selisihnya (4, 12, 36) juga membentuk rasio yang sama.

Soal 4: operasi campuran

1, 3, 7, 15, 31, … Suku berikutnya adalah …

A. 47 B. 55 C. 62 D. 63 E. 64

Pembahasan. Selisihnya 2, 4, 8, 16 (menggandakan), tanda ada perkalian. Polanya ×2 + 1: 1×2+1 = 3, 3×2+1 = 7, 7×2+1 = 15, 15×2+1 = 31. Suku berikutnya 31×2+1 = 63. Jawaban D. Pengecoh E (64) menjebak peserta yang hanya melihat "kira-kira dua kali lipat".

Soal 5: selang-seling

5, 20, 8, 17, 11, 14, …, … Dua suku berikutnya adalah …

A. 14 dan 11 B. 13 dan 12 C. 14 dan 17 D. 17 dan 11 E. 12 dan 13

Pembahasan. Angkanya naik-turun, jadi pisahkan dua deret. Suku ganjil: 5, 8, 11 (naik 3) → berikutnya 14. Suku genap: 20, 17, 14 (turun 3) → berikutnya 11. Dua suku berikutnya 14 dan 11. Jawaban A.

Soal 6: jumlah dua suku sebelumnya

2, 3, 5, 8, 13, 21, … Suku berikutnya adalah …

A. 29 B. 31 C. 32 D. 34 E. 42

Pembahasan. Tiap suku adalah jumlah dua suku sebelumnya: 2+3 = 5, 3+5 = 8, 5+8 = 13, 8+13 = 21. Suku berikutnya 13 + 21 = 34. Jawaban D.

Soal 7: bilangan kuadrat dengan pergeseran

2, 5, 10, 17, 26, … Suku berikutnya adalah …

A. 35 B. 36 C. 37 D. 38 E. 39

Pembahasan. Selisihnya 3, 5, 7, 9 (ganjil berurutan), ciri khas bilangan kuadrat. Tiap suku adalah n² + 1: 1²+1 = 2, 2²+1 = 5, 3²+1 = 10, 4²+1 = 17, 5²+1 = 26. Suku berikutnya 6²+1 = 37. Jawaban C.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Berhenti di selisih pertama. Pada soal 2 dan 7, selisihnya tidak tetap; yang tetap adalah selisih dari selisih.
  • Tidak mencurigai dua deret. Angka yang naik lalu turun hampir pasti selang-seling (soal 5).
  • Terlalu lama di satu soal. Kalau 90 detik berlalu tanpa pola, pilih jawaban yang paling mungkin dan lanjut. Jawaban salah tidak mengurangi nilai.

Pola lengkap beserta latihan bertahap ada di kelas TIU, dengan materi deret angka yang bisa dibaca gratis. Untuk mengukur kecepatanmu di bawah timer, coba tryout SKD.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa soal deret angka di TIU?

Jumlahnya tidak ditetapkan secara terpisah; deret angka adalah bagian dari kemampuan numerik TIU yang total 35 soal. Dalam latihan, menyiapkan 3–5 soal deret per paket adalah perkiraan yang wajar.

Apakah soal di sini soal asli ujian?

Bukan. Soal ujian SKD dirahasiakan. Semua contoh di halaman ini dibuat tim Jalur ASN mengikuti pola yang lazim pada soal deret angka, dan hitungannya diperiksa dengan program.

Bagaimana kalau dua pola sama-sama cocok?

Pilih pola yang menjelaskan semua suku yang diberikan, bukan hanya tiga suku pertama. Kalau tetap ada dua pola yang cocok, soalnya biasanya memberi lebih banyak suku; cek lagi suku terakhir.